Pentingnya Mengurus Layanan Net Metering

Pentingnya Mengurus Layanan Net Metering

Saat ini, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dihubungkan dengan listrik PLN yang disebut on-grid system sudah banyak didengar oleh masyarakat, bahkan sudah banyak pihak yang memasang. Pemerintah sendiri sudah mencanangkan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) untuk mendukung pertumbuhan PLTS di Indonesia. Hal tersebut tentunya dapat kita sambut dengan baik, agar program tersebut dapat dijalankan.

BAGAIMANA MENGAPLIKASIKAN SISTEM PV DENGAN JARINGAN LISTRIK PLN YANG TERPASANG?

Ilustrasi pemasangan PLTS on-grid untuk rumah pelanggan

SUMMARY

  • Timbulnya Keinginan masyarakat untuk hidup lebih hemat dan meminimalisir biaya listrik PLN dengan cara instalasi PLTS secara on-grid
  • PLN membuka peluang untuk pelanggan yang memiliki PLTS on-grid system untuk menjual listrik PLTS ke jaringan distribusi listrik PLN
  • Net metering PLN guna keperluan proses ekspor – impor listrik ke PLN, serta memungkinkan pemilik PLTS untuk menjual listrik
  • Net metering PLN ini menganut sistem pascabayar dengan manghitung selisih konsumsi listrik rumah dengan listrik PV yang masuk ke jaringan PLN
  • Perlu diketahui dalam memasang PLTS rooftop harus disesuaikan dengan kebutuhan beban rumah agar tidak mengenai rekening minimum PLN

PLTS umumnya terpasang pada atap rumah (rooftop) untuk menghasilkan listrik yang diproduksi oleh pelanggan PLN. Komponen utama yang dibutuhkan untuk PLTS on-grid antara lain PV, inverter, dan net metering. Kelebihan listrik PV dari pelanggan akan diterima oleh PLN dengan sistem ekspor-impor menggunakan net metering.

Keberadaan net metering ini mengacu pada regulasi :

  • Peraturan Direksi PLN 0733.K/DIR/2013, 19 November 2013 tentang Pemanfaatan Energi Listrik dari Fotovoltaik oleh Pelanggan.
  • SPLN D5.005-1:2015, 13 Mei 2016 yaitu Persyaratan Teknis Interkoneksi Sistem Fotovoltaik (PV) pada jaringan distribusi tegangan rendah (JTR) dengan kapasitas hingga 30 kWp.

KONEKSI SISTEM PLTS DENGAN PLN TERHUBUNG MELALUI NET METERING
Net metering 
adalah sistem layanan dimana kelebihan listrik yang dihasilkan oleh PLTS yang memenuhi syarat di rumah tangga dapat dikirimkan ke jaringan distribusi PLN, serta dapat digunakan kembali untuk konsumsi oleh rumah tangga tersebut.

Jumlah pelanggan fotovoltaik & jumlah daya yang telah terserap ke jaringan PLN pada tahun 2017 (Sumber: Seminar AESI ‘kesiapan PT. PLN (Persero) untuk absord PLTS rooftop)

PLN tidak menghalangi konsumen yang ingin memasang PLTS rooftop, hal ini juga telah dikuatkan dengan adanya regulasi tentang net metering oleh PLN. Namun perlu diketahui dalam memasang PLTS rooftop harus disesuaikan dengan kebutuhan beban rumah agar tidak mengenai rekening minimum PLN. Jumlah pelanggan aktif PLN pada Februari 2017 hingga Januari 2018 yang telah memasang PLTS rooftop dan telah tersambung dengan jaringan PLN adalah sebanyak 338 pelanggan.

Skema sistem ekspor impor energi listrik dari panel surya ke jaringan listrik PLN (Sumber: APAMSI)

BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN DAN MENGURUS NET METERING PLN?

Hadirnya net metering ini memungkinkan rumah tangga untuk dapat berperan aktif dalam memproduksi listrik skala kecil. Penggantian net metering dapat dilakukan dengan cara pengajuan penggantian meter listrik di kantor PLN wilayah setempat. Setiap wilayah memiliki kebijakan berbeda-beda bergantung pada kestabilan sistem listrik PLN dalam wilayah tersebut.

Untuk mendapatkan net metering dapat melalui langkah-langkah berikut:

  1. Pelanggan datang ke PLN wilayah setempat untuk mengajukan permohonan dan mengisi form aplikasi
  2. PLN wilayah setempat akan melakukan verifikasi syarat administrasi sesuai standar PLN
  3. Setelah verifikasi syarat administrasi lengkap, akan dilakukan pengujian/verifikasi persyaratan operasi di lokasi pelanggan
  4. Jika verifikasi memenuhi. PLN wilayah setempat akan menyampaikan surat Jawaban Persetujuan dan menerbitkan Nomor Registrasi Biaya Penggantian Alat Pengukur dan Pembatas ekspor-impor
  5. Dalam layanan khusus Net Metering PV Rooftop, pelanggan akan dikenakan biaya penggantian alat meter, biaya tagihan listrik sesuai ketentuan berlaku, PPN (jika ada), PPJ, dan materai sesuai dengan ketentuan yang berlaku

SIMULASI BILLING MENGGUNAKAN NET METERING

Dalam pencatatan biaya tagihan menggunakan net metering sedikit berbeda dengan pencatatan tagihan listrik bisanya karena adanya komponen impor (jual listrik ke PLN) oleh rumah tangga. Berikut adalah contoh perhitungan tagihan listrik untuk Pelanggan R3 / 6600 VA (Tariff Adjusment / TA)

  • Tercatat : ekspor (Jual PLN) = 500 kWh
  • Impor (Jual PV) = 300 kWh
  • Rekening Minimum (RK) = 40 JN x 6,6 kV = 264 kWh
  • Kompensasi : [Ekspor – RM] = 500 – 264 = 236 kWh
  • Tagihan Pelanggan = [(500 kWh x TA)(+PPN, PPJ)-[236 kWhxTA]
  • Sisa kWh Impor yang belum dikompensasikan (300 – 236 =64 kWh) akan diperhitungkan di bulan berikutnya.

Offset energi yang diperhitungkan oleh PLN adalah 1 ekspor = 1 impor

Tinggalkan Balasan

Close Menu