You are currently viewing Pembangkit Listrik Tenaga Surya Skema Hybrid

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Skema Hybrid

Dewasa ini, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, semakin banyak pula dari masyarakat yang berkeinginan memasang hybri PLTS pada bangunan miliknya. Tidak sedikit pula dari klien kami yang menanyakan solusi untuk pilihan sistem PLTS yang dapat bertindak sebagai cadangan darurat ketika pemadaman listrik, namun tetap tersambung pada jaringan PLN, sehingga pemanfaatan listrik dari panel surya dapat dimaksimalkan.

Untuk itu muncullah pilihan PLTS skema hybrid (hibrida) yang dapat menjadi solusi untuk rumah atau bangunan yang menginginkan sistem PLTS bekerja dengan sistem kelistrikan eksisting namun juga dilengkapi dengan baterai sebagai media penyimpanan dan sehingga PLTS tetap dapat berjalan apabila terdapat listrik padam pada listrik eksisting. Secara kelistrikan, sistem PLTS hybrid ini cenderung lebih kompleks dari pada PLTS on-grid maupun PLTS off-grid, namun dapat mengeliminasi kekurangan dari skema on-grid dan off-grid.

 PLTS on-gridPLTS off-gridPLTS hybrid
Terhubung dengan listrik PLN / listrik eksisting
Membutuhkan penggantian meter ekspor-impor PLN
Dilengkapi dengan baterai
Sistem PLTS akan padam saat listrik eksisting padam

Mari kami ajak masuk ke dalam proyek-proyek PLTS hybrid yang Warung Energi kerjakan selama semester pertama tahun 2022.

PLTS Hybrid untuk Residensial

Klien kami untuk sistem PLTS hybrid pada sektor residensial ini berdomisili di Surabaya, dan berprofesi sebagai dokter. Kediaman beliau terhubung dengan PLN dengan kapasitas 4.400 VA. Beliau memutuskan untuk memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan skala hybrid dengan menggunakan baterai lithium. Biaya investasi PLTS hybrid untuk klien residensial cenderung lebih tinggi, ditambah penggunaan baterai lithium, sehingga investasi dan instalasi sistem dapat dibagi menjadi 2 waktu.

Pada instalasi pertama klien residensial kami membangun PLTS secara ongrid namun dengan menggunakan inverter hybrid. Kapasitas PLTS serta kapasitas baterai sudah direncanakan dari awal sesuai dengan beban rumah tangga. Sehingga kapasitas panel surya yang dipasang juga disesuaikan dengan kapasitas baterai lithium, sehingga proses pengisian daya lebih optimal dari panel surya. Panel surya yang dipasang yakni dengan kapasitas 4,095 kWp dan menggunakan inverter hybrid 3,680 kW. Pada instalasi pertama ini klien kami juga mengajukan izin pemasangan sistem PLTS dan penggantian meter ekspor impor ke PLN.

Figure 1. PLTS 4,095 kWp – Longi 455 Wp

Pada instalasi kedua, dilakukan pemasangan komponen proteksi baterai serta baterai lithium. Pada sistem residensial ini kapasitas baterai lithium disesuaikan dengan kebutuhan energi harian dari rumah, sehingga baterai lithium yang terpasang memiliki kapasitas 9,6 kWh dengan sistem 48 V.

Baterai lithium menjadi pilihan dari klien karena tidak ada biaya perawatan serta usia pakai yang lebih lama dibandingkan baterai VRLA. Dari segi garansi, baterai lithium rata-rata memiliki garansi 5 – 10 tahun. Selain itu baterai lithium sangat terpadu dan tidak memakan banyak tempat, sehingga cocok untuk dilakukan pemasangan pada rumah dan tidak perlu menyediakan satu ruangan khusus untuk baterai. Inverter hybrid residensial ini sudah dilengkapi pula dengan fitur remote monitoring sehingga energi yang dihasilkan oleh sistem PLTS serta proses charge-discharge dapat diamati dari ponsel pemilik rumah.

Figure 2. Area Balance of System Dari Sistem PLTS Hybrid Residensial

PLTS Hybrid untuk Komersial

Sistem PLTS hybrid untuk bangunan komersial yang dipasang oleh tim Warung Energi pada semester pertama 2022 ini adalah bangunan Klinik Mata Ayu Siwi di Nganjuk dan bangunan Laboratorium Robotika UII Yogyakarta.

Figure 3. PLTS 5.46 kWp – Longi 455 Wp

Bangunan Klinik Mata Ayu Siwi di Nganjuk ini memasang sistem PLTS secara hybrid dengan sistem PLN 23 kVA pada sistem 3 fasa. Kapasitas panel surya yang terpasang adalah 5.46 kWp dengan inverter hybrid 5 kW. Sistem PLTS hybrid ini digunakan utamanya untuk lampu penerangan di klinik serta peralatan pada ruang periksa mata. Klinik Mata Ayu Siwi ini memasang PLTS secara hybrid karena akan diperuntukkan sebagai suplai load tersebut dan load tetap menyala saat listrik PLN padam.

Figure 4. Area Balance of System Dari Sistem PLTS Klinik Mata Siwi Nganjuk

Sistem PLTS hybrid pada Klinik Mata Ayu Siwi dilengkapi dengan baterai litium dengan kapasitas 9,22 kWh. Sedikit berbeda dengan sistem residensial yang bekerja pada sistem low voltage, untuk sistem pada Klinik Mata Ayu Siwi ini baterai lithium dan hybrid inverter yang digunakan bekerja pada sistem high voltage pada tegangan 204,8 Volt. Untuk baterai lithium yang terpasang terdiri dari 4 module baterai lithium.

Sama dengan sistem Klinik Mata Ayu Siwi Nganjuk, sistem pada Laboratorium Robotika Teknik Elektro UII Yogyakarta memiliki kapasitas panel surya 5.46 kWp dan menggunakan inverter 5 kW terhubung pada sistem 3 fasa di ruang laboratorium. Sedikit yang membedakan antara sistem di Yogyakarta dengan Nganjuk secara mounting adalah tipe mounting dak yang digunakan. Sistem mounting pada UII Yogyakarya didesain lebih tinggi dan dapat dilewati untuk dapat dijadikan sistem pembelajaran kepada mahasiswa.

Figure 5. PLTS 5.46 kWp – Longi 455 Wp

Hal yang membedakan dari sistem UII Yogyakarta dari segi kelistrikan adalah sistem tegangan baterai yang digunakan. Pada sistem UII Yogyakarta hanya terpasang baterai lithium dengan kapasitas 9,6 kWh dan tegangan 192 V. Untuk baterai lithium yang terpasang terdiri dari 3 modul baterai lithium. Berbeda dengan sistem di Nganjuk, pada sistem di UII Yogyakarta ini pembebanan dilakukan secara offgrid, sehingga sistem PLTS melistriki beberapa peralatan listrik di Laboratorium Robotika UII Yogyakarta.

Figure 6. Area Balance of System Dari Sistem PLTS Laboratorium Robotika UII Yogyakarta

Itulah 2 dari sekian studi kasus pemasangan PLTS dengan skema hybrid. Jika Anda telah menentukan pilihan ataupun pertanyaan lanjutan, silakan hubungi kami melalui Whatsapp atau e-mail.

Tinggalkan Balasan